Cast: KIM DONG HYUN as DONG HYUN || KIM YUKI as YUKI || JO YOUNG MIN as YOUNG MIN || JO KWANG MIN as KWANG MIN
Author: Dhea Ranze Atsuko
Genre: Mistery, Fantasy.
Hallo!!Ini FF perdanaku. Aku persembahkan khusus buat donghyun oppa. Oh iya! FF ini terinspirasi dari drama 49 days. tapi tenang aja, inti ceritanya sama sekali nggak sama kok. Karna ini FF pertamaku, jadi aku mohon kritik dan sarannya ya chingudeul ^^. Sok atuh dibaca.. chek it out!
“Appa! Appa!”
Ah tidak, suara anak itu terdengar lagi. Apa yang harus aku lakukan? Gadis kecil itu sangat misterius, wajahnya seperti malaikat, tetapi sikapnya sangat aneh, dan satu lagi yang aku bencinya darinya, ia selalu memanggilku dengan sebutan “APPA”. Ya! Sejak kapan aku menikahi ibunya? Bahkan aku sendiri tidak tau dia berasal dari mana.
Kim Dong Hyun, pria tampan itu terus menggerutu sambil bersembunyi di balik sofa. Ia sama sekali tidak berani memunculkan batang hidungnya. Ia benci bertemu dengan gadis kecil itu. Gadis yang sama sekali tidak ia kenal dan berani memanggilnya dengan sebutan Appa.
“ nah! Ketemu! Appa kenapa bersembunyi dariku?” gadis kecil itu menemukan Donghyun. Tanpa diberi aba- aba gadis itu sudah duduk disebelah Donghyun. Ia duduk sambil memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya.
Donghyun terus memperhatikan gadis ini. Ia sedang mencari jawaban mengapa gadis ini memanggilnya Appa dan mengikutinya kemana pun ia pergi. Ia perhatikan tubuh gadis itu dengan sangat detail.
“ aku rasa umurnya tidak terlalu jauh dariku, tapi kenapa ia memanggilku Appa?” Donghyun menggerutu kembali. Hatinya terus bergejolak seakan tidak menerima kenyataan yang ia hadapi saat ini.
“appa, kenapa kau selalu menjauh dariku? Kau membenciku?” gadis itu memulai pembicaraan. Bibirnya yang mungil mulai ia gerakan. Wajah polosnya menghiasi perkataan yang keluar dari mulutnya.
Donghyun hanya tercengang. Tapi ia tetap harus menjawab pertanyaan gadis itu.
“aku bukannya membencimu. Aku hanya bingung dengan semua ini. Semua yang terjadi tidak bisa aku terima begitu saja. Kau datang secara tiba- tiba dan memanggilku Appa, tentu saja itu membuatku merasa aneh” Donghyun berusaha menjawab selembut mungkin. Ia merasa tidak tega jika menjawab pertanyaan gadis itu dengan kata- kata kasar.
“bukankah kau sendiri yang menyuruhku memanggilmu Appa? Kenapa kau begitu cepat melupakanku ? bahkan aku merasa baru satu bulan aku meninggalkanmu” gadis itu meneteskan air matanya. Ia menangis.
“aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau maksud” Donghyun tidak bisa berkata apa- apa. Ia merasa sangat bingung. Benarkah gadis ini adalah anaknya? Apa mungkin donghyun mengalami amnesia dan tidak ingat kalau ia mempunyai seorang putri?. Gadis ini menangis, dan mata gadis ini tidak asing baginya.
“ waktuku sudah tidak lama lagi Appa” gadis itu kembali berbicara. Tetapi donghyun sama sekali tidak berbicara apapun.
“ceritakan padaku apa yang terjadi” donghyun mulai menjawab setelah berpikir apa yang harus ia bicarakan. Ia merasa bahwa gadis ini benar- benar anaknya.
“aku tidak boleh mengatakannya” hanya kata- kata itu yg keluar dari mulut mungilnya.
Donghyun mulai melembut. Ia mnyuruh gadis itu untuk beristirahat dikamarnya.
“sebaiknya kau istirahat dulu, kau terlihat sangat lelah” donghyun mulai menopang bahu gadis itu seolah- olah ia ingin membagikan beban yg jelas terlihat di muka gadis misterius ini.
Setelah mengantarnya ke kamar, donghyun segera pergi ke rumah temannya. Ia mengambil kunci mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
Donghyun menghentikan mobilnya di tempat parkir sebuah apartement. Ia segera berjalan menuju kamar apartement yang ia tuju.
“ kwangmin-ah!” begitu pintu dibuka, donghyun segera masuk ke dalam apartement itu.
“ada apa hyung?” Jo Kwang Min, pria ini adalah teman Donghyun. Bahkan donghyun menganggapnya sebagai adik. Jo Kwang Min mempunyai kembaran bernama Jo Young Min. Mereka adalah kembar identik. Wajah mereka sangat mirip. Bahkan mungkin orang- orang sulit membedakannya.
“dimana Youngmin?”
“Dia sedang di toilet, cepat ceritakan padaku apa yg terjadi! Kau terlihat sangat panik”
“ aku sedang bingung, aku....”
“hyung!!!” belum selesai donghyun menjelaskan, tiba- tiba youngmin keluar. “hyung waegeure? Wajahmu terlihat sangat panik”
“ kau diamlah dulu. Hyung sedang ada masalah” kwangmin melanjutkan.
Setelah suasana tenang donghyun melanjutkan kalimatnya “ ada seorang gadis yang mengaku sebagai anakku”
“MWOYA?” anak kembar itu menjawab bersamaan, bahkan dengan gaya yang sama. Mereka terlihat sangat kaget.
“ya! Hyung! Kau sama sekali tidak melakukan hal itukan? Kau tidak melakukannya dengan gadis manapun kan?” youngmin mulai cerewet. Ia bertanya pertanyaan- pertanyaan yang sangat wajar. Kwangmin hanya mengangguk- angguk tanda setuju dengan semua pertanyaan youngmin.
“aku bersumpah, aku sama sekali tidak pernah melakukan hal itu pada gadis manapun. Aku juga bingung mengapa gadis itu memanggilku appa” donghyun menjawab seadanya. Ia bingung apa yang harus ia katakan.
“aku percaya padamu hyung, kau tidak mungkin melakukan itu”
“aku juga, aku rasa kau bukan orang yg seperti itu. Mungkin gadis itu adalah korban kecelakaan lalu dia amnesia dan kehilangan Appa nya. Dan ia menganggapmu sebagai Appa karna kau terlihat mirip dengan appanya” youngmin mulai mengeluarkan kata- kata bijak yang membuat donghyun sedikit merasa tenang. Walau agak aneh tapi kata- kata youngmin benar- benar membuat donghyun terlihat lega.
“jaga gadis itu hyung! Mungkin saja tuhan yg mengirimkannya untukmu” kwangmin memberikan beberapa kesimpulan.
“baiklah. Terimakasih atas saran kalian. Aku merasa sedikit lega sekarang. Aku akan pulang sekarang, aku meninggalkan gadis itu sendirian” donghyun segera memakai mantelnya dan pergi.
" maafkan aku. tapi pekerjaan ini sangat penting untuk masa depanku" Donghyun bangkit dan pergi meninggalkan gadis itu. Bukannya donghyun tidak peduli, tapi ia hanya tidak tega melihat gadis itu menangis.
Hari menunjukan pukul 08.00. Donghyun sudah siap untuk pergi bekerja. Donghyun menunggu gadis itu keluar dari kamarnya. Tapi gadis itu tidak juga keluar.
" aku akan mengajaknya pergi ke taman bermain setelah pulang nanti" donghyun membuat janji. Walau ia tau gadis itu tidak mendengarnya tapi ia akan menepati janjinya.
" Appa.. aku akan pergi jauh" gadis itu mengis sejadi- jadinya saat melihat mobil donghyun mulai pergi. Ia menagis selama berjam- jam tanpa ditemani siapapun. Dan tak tau sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan.
=========================================================================
Akhirnya pekerjaan ini selesai juga. Aku akan segera pulang dan besok pagi aku akan pergi mengajak gadis itu jalan- jalan.
Setelah sampai. Donghyun segera masuk kekamar gadis itu. Tapi ia sama sekali tidak melihat sosok gadis kecil yang selama ini menemani hari- harinya.
Donghyun berlanjut mencarinya ke dapur, tapi gadis itu juga tidak ada di sana. Ia mulai panik dan pergi kekamarnya, berharap gadis itu tidak kabur dan melarikan diri. Tak ada seorang pun dikamarnya. Donghyun mulai lelah dan duduk di tempat tidur. Ia menemukan secarik keratas berwarna biru. Ia mulai membaca tulisan di kertas itu.
to my lovely dady
appa, setelah kau membaca surat ini mungkin aku sudah tidak ada di sampingmu. tenang appa, aku tidak kemana- mana, jiwaku tetap berada di sampingmu.
appa maafkan aku telah merepotkan mu selama ini. kau mungkin bingung kenapa tiba- tiba ada gadis kecil dan memanggilmu "appa". aku akan mengatakannya appa. aku adalah Yuki. kau tidak mungkin lupa kan? ya, aku Yuki anjing kecilmu yang mati karna sikap ceroboh diriku sendiri. saat itu aku ingin bermain di taman, dan aku tau kau sangat sibuk, jadi aku pergi sendiri. ya, kau pasti sangat ingat dengan kejadian itu, kejadian saat aku tertabrak mobil yang melintas. setelah kejadian itu aku lihat appa selalu sedih, aku meminta kepada tuhan agar aku bisa bertemu lagi dengan mu, dan tuhan mengijinkan ku untuk melihat mu kembali sampai hari ulangtahunmu tiba. aku datang secara tiba- tiba tanpa memakai jasadku sendiri, dan aku tau kau kaget.
appa, sekarang aku sudah berada dalam tempat yang tenang. berjanjilah untuk tidak menangisiku lagi. oh iya aku juga tidak mau kau terus memaksakku untuk memanggil mu "appa", karna aku ini seorang anjing. kau tidak boleh menganggap anjing sebagai anak mu.
satu lagi yang akan ku katakan pada mu "HAPPY BIRTHDAY APPA, TETAPLAH MENJADI YANG TERBAIK. AKU AKAN TETAP TINGGAL DI HATIMU. AKU MENCINTAIMU APPA SARANGHAE"
from: Yuki Kim
Donghyun menangis. Ia tidak bisa menahan air matanya. Ia merasa sangat rapuh. Ia tebayang- bayang wajah Yuki saat terjadi kecelakaan. Ia berpikir kenapa ia begitu bodoh sampai membiarkan anjingnya pergi sendiri tanpa di temani siapapun. Ia menyesal, sangat menyesal.
"Hyung!!" Youngmin dan Kwangmin tiba- tiba saja sudah berada di hadapan Donghyun sambil membawa kue ulang tahun yang bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY DONGHYUN".
Youngmin memeluk Donghyun. Ia tidak tau apa yang terjadi, tapi ia tau donghyun sedang membutuhkan bahunya untuk menangis. Kwangmin memegang kue sambil menepuk punggung donghyun.
"aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku mkohon hyung jangan menangis lagi. orang yang kau tangisi saat ini pasti tidak mau melihat kau menangis di hari ulang tahunmu" Youngmin merenggangkan pelukannya. Donghyun mengahapus air matanya.
"ya! kenapa kalian datang? bukankah kalian harus sekolah?" Donghyun mulai berbicara normal dan mengalihkan perhatian.
"hehehe.. bolos satu hari saja tidak apa- apa kan?" Kwangmin membuat suasana mecair. Mereka bertiga kembali tertawa lepas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar