Sabtu, 22 Februari 2014

Kesurupan?

Fenomena aneh kembali menerpa sekolah gue, dan gue merasa agak nggak nyaman sama keadaan ini
jadi akhir- akhir ini di sekolah gue heboh sama murid- murid yang kesurupan
gue adalah salah satu orang yang penakut
dan untungnya gue nggak pernah ngeliat kejadian kesurupan itu secara langsung
gue mendapat cerita- cerita kesurupan itu dari temen gue Risna yang pernah ngeliat secara langsung kejadiannya

Jadi hari jumat kemarin gue langsung mampir ke rumah sodaranya temen gue Farah
kita kesana bersama 5 orang lainnya
niat kesana emang cuma buat cerita- cerita
perlu diketahui gue adalah penggemar cerita horror tapi gue juga orang yang sangat penakut haha

Jadi gini, waktu itu Risna cerita tentang beberapa adik kelas yang kesurupan, yup! beberapa
jadi yang kesurupan bukan cuma satu tapi lebih dari satu
gue nanya gimana kejadiaanya dan Risna bilang yang masuk ke dalam tubuh mereka semunya cewek
dan cewek itu adalah seorang ratu dari kerajaan apa gitu, seinget gue Banten
dan waktu si adik kelas ini kesurupan dia ngomong pake bahasa sunda
karena gue nggak bisa bahasa sunda jadi langsung di translitin ke bahasa Indonesia
dan parahnya si Risna meraktekin kejadian itu

Jadi dua orang diantara orang- orang yang kesurupan itu yang masukin adalah dua orang ratu yang dulunya bermusuhan
jadi awalnya si Risna praktekin pake bahasa sunda, dan kira- kira salah satu dari mereka bilang gini "Saya tuh dari kerajaan *gue lupa* dulunya saya penguasa dan DIA dulunya musuh saya *nunjuk ke arah orang yang lagi kesurupan juga di depannya* Dia tuh dulunya bla bla bla " gue lupa yang jelas setan- setan ini berantem

Salah satu dari orang yang kesurupan itu juga nari- nari gitu
Hiiihhh ngebayanginnya aja merinding sumpah!
dan waktu ditanya namanya siapa, Risna bilang namanya mengandung unsur Dewi
namanya Nyi Dewi siapa gitu. Whatttt? sumpah gue nggak bisa masuk kedalam tubuh oraang! -__-v

Dan apa yang bikin gue nggak nyaman? kejadian kesurupan itu terus berlanjut!
kejadiannya selalu terjadi di lantai 3 dan untungnya kelas gue berada dilantai 2 tapi tetep gue parnoan
gue ceritain semuanya ke nyokap gue dan nyokap gue bilang jangan sampe gue bengong karena gue adalah orang yang gampang terkena hal-hal begitu. Gue juga nggak tau nyokap mendapat kesimpulan ini darimana

Usut punya usut nih kejadian ini dimulai semenjak salah satu gedung atau pabrik gitu di musnahkan*tsaah
katanya sih penunggu dari gedung itu pindah semua ke sekolah gue
gue juga nggak tau gimana mahkluk- mahkluk itu berpindah

Sebenernya masih banyak lagi cerita- cerita horror dari temen- temen gue, dari mulai temen gue Fala yang merasa sering ada yang negok dari jendel kamarnya, Farah yang sering di"samper" cewek yang mengaku sebagai temennya tapi dia sama sekali nggak kenal, dan salah satu temen gue yang kesurupan setan alay. Iya setan alay, sumpah itu setan alaynya kebangetan. Tapi berhubung ini blog bukan buat cerita horror jadi nggak gue post dulu, bisa bisa ini blog banyak penunggunya haha

Mimpi atau bukan?

Ada sesuatu yang mau gue ceritain
entah harus disebut apa yang jelas ini kaya mimpi tapi gue yakin bukan mimpi
terus apa ya namanya?

Jadi sekitar dua hari yang lalu gue bersiap untuk tidur
karena gue nggak pernah tidur nyenyak jadi gue berpikir mungkin hari itu gue bakal tidur nyenyak karena mata gue udah terasa berat banget
pas gue berbaring seperti biasa gue berdoa dulu
sehabis berdoa entah kenapa ngantuk gue rasanya agak berkurang tapi gue paksa buat pejamin mata
dan akhirnya gue merasa rasa kantuk mulai datang lagi

Nah pas tidur itu gue merasa gue bangun
pas gue bangun gue merasa kalo gue ngeliatin tangan sebelah kiri gue tepatnya lengan atas
pas gue liat lengan atas gue itu keliatannya kok kecil banget
keliatan kurus banget, tapi gue cuma liatin lengan atas doang
dan itu terjadi berkali- kali
jadi gue merasa gue bangun terus ngeliatain lengan gue terus gue tidur lagi terus bangun lagi dan begitu seterusnya sampe berkali- kali
gue nggak tau itu terjadi berapa kali, yang jelas lebih dari 3 kali

Nah yang bikin gue bingung adalah kejadian itu nyata atau cuma mimpi?
apa ada yang pernah ngalamin kejadian kaya gini juga?
kenapa gue bingung? karena pas gue bangun gue liat lengan atas gue dan itu nggak sekecil lengan gue pas kejadian malamnya itu
tapi gue juga agak kurang yakin kalo itu mimpi
soalnya keadan waktu itu tuh sepenuhnya mirip sama keadaan kamar gue
waktu itu gue pake baju biru berlengan pendek, dan keadaan kamar gue persis seperti keadaan nyata
dan pas gue bangun gue merasa capek banget dan yakin kalo semalaman gue nggak tidur alias insomnia lagi

Tapi entahlah saat itu gue emang beneran mimpi atau gue bangun dan liat lengan gue,
gue juga nggak ngerti kenapa gue sering banget insomnia akhir- akhir ini
kepala gue rasanya mau pecah karena keseringan nggak bisa tidur,
dan otomatis mood buat ngerjain tugas sekolah pun hilang\

Buat yang punya pendapat kira- kira kenapa gue sering banget insomnia, atau mungkin punya saran buat menghilangkan atau setidaknya mengurangi insomnia gue ini silahkan hubungi gue :)

Insomnia

Entah kenapa akhir- akhir ini gue sering banget insomnia
Gue juga sering cerita ke temen- temen gue disekolah tentang kejadian ini
Dan insomnia yang gue alamin bukan cuma insomnia yang nggak tidur sehari semalam,
Gue pernah insomnia selama tiga hari berturut- turut
Gue cerita ke temen- temen gue, dan mereka diem
Mereka cuma pasang tampang nggak percaya

Sampe sekarang gue masih sering insomnia
mungkin gue tidur nyenyak terakhir kali waktu gue tidur dikamar nyokap kira- kira dua minggu yang lalu
gue juga nggak ngerti kenapa gue bisa terus- terusan begini, gue sampe pusing gara- gara ini

Gue cari penyebab kenapa gue nggak bisa tidur dan setiap jawaban menuju ke arah stress
jujur ya gue sendiri nggak percaya kalo gue ini stress
gue masih merasa ngantuk, tapi entah kenapa otak gue ini seakan- akan nggak bisa berhenti sama sekali

Nah.. kalo oang stress itukan karena banyak pikiran, gue sendiri bingung gue mikirin apaan
pokoknya setiap gue mau tidur itu gue merasa otak gue memaksa untuk memikirkan suatu hal
dan nyatanya gue cuma bengang bengong semaleman nggak mikirin apa- apa

Awalnya gue berpikir mungkin karena gue sering berhalusinasi tentang hal- hal serem
tapi lama- kelamaan gue merasa itu nggak mungkin, karena setakut- takutnya gue, gue tetep bisa tidur nyenyak dulu
dan akhirnya gue berpikir ada yang salah sama posisi tidur gue atau kamar gue yang sekarang

Dulu gue tidur dikamar dekat ruang tamu yang sekarang ditempatin nyokap bokap gue
dan sekarang gue pindah ke kamar pojok dekat dapur
gue sendiri nggak mau memikirkan yang serem- serem tapi semenjak gue pindah kamar gue sering banget insomnia

Dikamar gue ini banyak banget poster, banyak yang bilang mungkin ini karena banyak poster dikamar gue
apa hubungannya?
jadi gini, dari agama gue ini di bilang katanya kita nggak boleh pasang- pasang gambar dikamar
katanya sih nanti malaikat nggak bisa masuk
gue sendiri sih percaya nggak percaya, tapi gue sama sekali belum nyopot poster- poster dikamar gue ini

Gue udah tanya ke temen- temen gue tentang pendapat mereka kira- kira kenapa gue nggak bisa tidur
tapi mereka menggeleng

Entah apa peyebabnya sampe sekarang gue masih sering nggak bisa tidur
tidur gue paling lama kira- kira sekitar 5 jam
itupun masih sering terbangun malam harinya

I'M HERE

Tittled: I'm Here
Author: deafrilee
Cast:
Lee Beom Soo as Kwon Yul



Shim Changmin as Kwon Changmin



Moon Gayoung as Kwon Minjoo


Rate: R
Genre: Fantasy, Family, Sad

Yoohooo akhirnya saya selesaikan fanfict ini dalam dua hari. Heran deh ya, kalo gue bikin fanfict serius jadinya bisa berhari- hari dan akhirnya nggak di post karena nggak rampung dan kehilangan mood buat lanjutinnya. Giliran fanfict yang niatnya cuma iseng malah jadi dalam waktu dua hari -___-
Nah kali ini gue bikin fanfict yang melow. Dan cerita ini terinspirasi dari MV Sm the Ballad 2 - Breath yang mau liat mvnya liat disini
Sebenernya sih mv sama cerita ini jauh berbeda. Tapi gue terinspirasi sama karakter Changmin dan Gayoung. Fanfict ini sama sekali nggak mengandung cinta cintaan ala remaja hahaha.
Yang mau baca silahkan baca. CERITA INI MURNI MILIK SAYA DAN ATAS DASAR INSPIRASI DARI TUHAN YANG MAHA ESA. Kecuali cast, castnya sendiri adalah para idola saya yang entah mengapa selalu memancing khayalan saya setinggi tingginya. DON'T COPY AND PASTE



"Aku tidak mau pergi... Tapi ayah akan sangat marah jika aku bolos sekolah untuk kedua kalinya"
Seorang gadis remaja dengan seragam sekolahnya sedang serius memperhatikan seekor katak hijau yang melompat dengan lincah di depannya. Wajahnya terlihat murung, terlihat begitu lucu dengan bibir mungilnya yang sedikit ditekuk kebawah. Pipinya merona karena suhu badannya yang hangat diterpa dinginnya angin yang berhembus lembut membuat bulu- bulunya sedikit berkidik.

"Kwon Min Joo! jika ayah mendengar kau membuat masalah lagi, ayah akan membuang semua koleksi bukumu tanpa tersisa! Kau mengerti!"

"Tapi teman- teman di sekolah selalu berteriak bahwa aku adalah gadis gila dan suka berbicar sendiri yah, mereka mencemoohku!"
Minjoo menghentakan kakinya kesal. Ia bingung mengapa tidak seorang pun yang mengerti keadaannya. Bahkan ayah dan kakaknya sendiri selalu memarahinya dan berpikir bahwa dirinya adalah pembuat masalah. Sebenarnya ayah dan kakaknya tahu bahwa dirinya mempunyai sesuatu yang tidak dapat diterima oleh nalar, dapat melihat arwah. Kelebihan itu ia dapatkan dari mendiang kakek dan ibunya. Entah hal itu dapat dibilang sebagai kelebihan, atau bahkan sebaliknya. Seandainya saja ibunya masih ada, mungkin ia tidak akan semalang ini.

"Jangan perdulikan mereka. Anggap saja mereka angin yang kebetulan berhembus"
Kwon Yul berusaha meyakinkan anaknya. Ia bingung harus bagaimana lagi cara meyakinkan anaknya itu.

"Mereka badai yah. Mereka bukan angin, mereka badai. Mereka sama sekali tidak berhak melakukan itu kan yah? aku bersumpah aku tidak pernah mengganggu mereka, tapi kenapa mereka selalu menggangguku?"

Kwon Yul menghembuskan nafas berat. Ia tahu anaknya bukanlah anak yang suka mengganggu orang lain. Namun, Minjoo terlalu aneh untuk diterima oleh orang lain. Kepribadiannya yang "suka asik sendiri" membuat orang lain berpikir dirinya aneh. Kwon Yul sadar itu, dan mungkin ia akan memikirkan keluhan anaknya. Ia mulai berpikir memindahkan Minjoo kesekolah lain atau membawanya ke psikiater agar bisa berkonsultasi tentang sifat anaknya itu.

"Ayah aku pergi"
Changmin, kakak Minjoo sudah berpamitan untuk pergi kekampusnya. Ia melirik ke arah Minjoo dan menatapnya dengan tatapan mengejek.

"Changmin hari ini kau yang jemput Minjoo ke sekolahnya! Ayah akan sangat sibuk hari imi"
Changmin meringis. Minjoo yang melihat ekspresi itu langsung membalasnya dengan melemparkan katak di depannya ke arah Changmin. Changmin menjerit.

"Menjijikan!"

"Kau yang menjijikan! Laki- laki mana yang takut katak hah?"

"Jika kalian ingin melanjutkan pertengkarannya, ayah akan membawa kalian ke ring tinju! Minjoo cepat masuk mobil, dan kau Changmin jangan lupa jemput adikmu pukul 7 nanti"

Kwon Yul menarik tangan Minjoo dengan paksa. Tak terdengar suara apapun dari mulut Minjoo, tapi ia tau Minjoo sedang memasang tampang sangat tidak mengenakan saat ini. Ia sadar mood Minjoo sedang sangat tidak baik hari ini.


"Ingat! Jangan berbuat macam- macam! Ayah akan carikan solusi agar kau nyaman disekolah. Ayah mohon tunggu sampai ayah menemukan solusi yang tepat untukmu, maafkan ayah karena menyuruhmu menunggu dalam situasi yang sangat tidak nyaman untukmu"

Minjoo mengangguk lalu mengecup pipi ayahnya. Ia berlari ke arah gerbang sekolahnya. Ia tahu ayahnya sedang memandangi pundaknya. Minjoo akan berusaha bersabar sampai ayahnya menemukan solusi yang tepat untuknya.

Baru sampai dikelasnya, tiga orang teman sekelasnya sudah memandanginya dengan sinis, Minjoo berusaha tidak perduli. Seperti apapun mereka mencemooh Minjoo, Minjoo akan menutup telinganya rapat- rapat. Ia akan menganggapnya sebagai angin lalu, seperti yang ayahnya katakan.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.55, bel pulang sekolah yang Minjoo nantikan akhirnya berbunyi juga. Segera Minjoo berlari menelusuri koridor yang saat itu masih lumayan sepi. Ia sengaja terburu- buru untuk menghindari tatapan tatapan aneh yang seolah mencibirnya. Dan mungkin hari ini ia akan pulang naik subway berdesakan dengan penumpang lain dan mungkin ia juga akan kehujanan karena langit sudah mulai gelap. Ia ingat perkataan ayahnya mennyuruh Changmin, kakaknya untuk menjemputnya. Tapi begitu membayangkan ekspresi Changmin tadi rasanya tidak mungkin Changmin mau menjemputnya. Dan lagipula Minjoo tidak mau naik motor bersama kakaknya yang seperti orang gila jika sedang mengendarai motor .

Tak terhitung berapa orang yang ia tabrak dan berapa cacian yang ia dapatkan. Ia hanya perlu sampai di halte bertepatan dengan kedatang bus berikutnya. Sementara langit semakin gelap, ia mencoba berpikir tidak akan turun hujan sampai dirinya sampai dirumah. Begitu ia sampai di halte, bus berikutnya belum tiba, namun sesosok laki- laki mengendarai sepeda motor yang ia kenal berhenti tepat di depannya.

"Cepat naik!"
Changmin membuka kaca helm yang menutupi wajahnya. Matanya yang bulat dan tajam serasa menusuk ke arah Minjoo.

"Aku mau naik bus! Pulang saja sendiri!"
Minjoo menghentakan kakinya. Terlihat ekspresi yang sering Changmin lihat yang membuatnya ingin melemparkan sesuatu ke wajah adiknya itu. Ia merasa tidak perlu menjadi kakak yang baik jika adiknya sendiri tidak pernah mencoba menjadi adik yang baik.

"Aku hitung sampai tiga jika kau tetap tidak mau aku akan benar- benar pergi dan bilang pada ayah kalau kau lebih suka pulang sendiri lalu mampir ke tempat game box. 1...2..."

Seperti terhipnotolis kata-kata Changmin Minjoo langsung naik dan memakai helmnya. Changmin segera mengendarai motornya secepat mungkin. Ia tidak mau hujan turun disaat dirinya masih dijalan. Selain karena udara dingin yang akan menusuk tubuhnya, ia juga pasti akan direpotkan dengan adiknya yang cerewet ini. Dengan kecepatan maksimal ia meluncur melewati jalanan kota Seoul yang saat itu sudah mulai ramai.


Sedang asik mengendarai motornya, tiba- tiba saja mobil dari arah berlawanan mengambil jalannya. Untung saja ia bisa menghindar, namun tiba tiba mobil dari arah kanan menghantam motor Changmin dan membuatnya terlempar jauh ke arah sebaliknya.

Di tengah ketenangan malam kota Seoul saat itu tiba- tiba saja BUSSS mendadak menjadi ramai. Ambulance, wartawan, dan team lainnya tiba tiba mengerubung seperti segerombolan semut. Malam itu, tepat pukul 07.15 berita tentang kecelakaan lalu lintas yang terjadi disekitar sungai Han, dengan korban yang terlempar masuk ke arah sungai yang terkenal itu ramai diberitakan. Dua orang korbannya terlempar masuk ke dalam sungai yang airnya terasa es itu. Dua korban tersebut diketahui bernama Kwon Changmin dan Kwon Minjoo.


Sudah tak terhitung berapa banyak air mata yang sedari tadi membasahi pipinya. Kwon Yul, hatinya sakit, sakit melihat anak anaknya seperti itu. Ia merasa menjadi ayah yang gagal karena tidak bisa melindungi anaknya. Tubuhnya terasa remuk mengetahui berita yang disampaikan oleh polisi. Tak perduli dengan orang orang yang memandang iba kearahnya. Ia tidak ingin dikasihani, namun keadaanya saat ini memang sangat memprihatinkan. Jeritan jeritan kecil yang keluar dari mulutnya membuat hatinya semakin pilu. Beberapa asisten yang duduk disampingnya bahkan ikut menangis mendengar tangisan malang pria yang mereka anggap tegas dan sangat disiplin itu.

Isakan tak kunjung berhenti keliar begitu saja dari mulutnya. Tak perduli sudah sebengkak apa matanya. Bahkan air mata sudah tidak keluar dari mata tajamnya.

"Oppa"
Ia mengikuti sosok kakaknya dan mendapati Changmin berhenti di jembatan sungai Han. Minjoo tahu yang sekarang ia lihat tidak dapat dilihat orang lain. Changmin dinyatakan menghilang, dan sampai hari itu beberapa polisi sedang mencari jasad Changmin yang belum ditemukan. Minjoo bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Ia menjerit melihat Changmin yang pucat memandang kosong ke arah sungai Han.

"Oppa"
Satu panggilan lagi. Ia memandang intens ke arah wajah Changmin.  Butiran air bening terliha turun dari mata Changmin dan tiba- tiba Changmin membuka mulutnya. Ia berteriak

"Minjoo!!! Kwon Minjoo!!!!"
Ia berhenti sebentar dan mulai mengeluarkan isakan pilu.

"Minjoo!!!! Maafkan aku.... Maafkan aku Minjoo...."
Tangisan pecah. Changmin tak sanggup menjerit lagi. Nafasnya sesak seiring turunya air mata yang begitu deras turun melalu celah matanya. Wajahnya yang putih bersih berubah menjadi merah.

"Tidak apa- apa. Justru aku yang harusnya minta maaf... oppa... pasti kau sangat kedinginan didalam sana...oppa tunjukan wujudmu... kasihan ayah. Ia berusaha mati- matian mencari jasadmu"

Minjoo berlari ke tempat Changmin berdiri, ia berusaha memeluk kakaknya itu namun gagal. Tangannya bahkan tidak bisa menyentuh pundak Changmin yang terlihat berat karena isakan.

Tak berapa lama, Kwon Yul ayah mereka datang. Minjoo segera berteriak ke arah ayahnya.

"Ayah!! Changmin oppa.... ia ada disini... ayah!!!"
Minjoo merasa berhasil memberitahu ayahnya. Biasanya ayahnya tidak pernah percaya dengan apa yang Minjoo lihat. Namun kali ini ayahnya mendengar perkataanya dan berlari menuju Changmin.
“iya ayah. Changmin oppa ada diditu”

Deg! Minjoo merasa aneh. Tubuhnya seketika lemas sampai kakainya terasa tidak mampu menopang tubuhnya sendiri.

Ada apa ini? Kenapa ayah bisa memeluk Changmin oppa? Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali. Ayah.... ayah... apa ayah bisa melihatnya juga? Ayah bisa melihat Changmin oppa? Bahkan ayah bisa memeluknya. Ayah tolong aku..  aku mau memeluknya juga..

"Changmin... Changmin ayo kita pulang ..."

Minjoo merasa semakin bingung. Apa ayahnya juga bisa berkomunikasi dengan Changmin? Minjoo yang sudah menjerit sedari tadi bahkan seperti tak terdengar di telinga Changmin.

"Changmin... ayo kita pulang... jangan seperti ini... ayah akan merasa semakin hancur. Tuhan sangat menyayangi adikmu, ia memanggil adikmu lebih dulu karena Tuhan sangat menyayanginya"

Deg! Apa? Ayahnya bilang apa barusan? Tuhan memanggil adiknya lebih dulu? Apa maksudnya? Minjoo masih disini, bahkan masih bisa menangis, bahkan masih bisa menjerit walau tak terdengar, bahkan ia masih bisa merasakan nafas berat ayahnya. Minjoo terkapar di jalanan Seoul yang dingin. Di depannya ayah dan kakaknya ternyata sedang menangisi dirinya. Sedangkan yang Minjoo kira adalah kakak tersayangnya yang meninggal dan belum ditemukan jasadnya. Minjoo terkulai lemas, namun ia mencoba bangkit dan memeluk ayahnya dengan percuma. Tubuh Minjoo menembus tubuh ayahnya. Tapi ia bisa merasakan getirnya air mata yang sedari tadi membasahi pipi ayahnya.

Ayah.... Changmin oppa.... jangan sedih... aku akan tetap berada di hati kalian.... Changmin oppa, ini sepenuhnya bukan kesalahanmu.. Apa yang ayah katakan benar... Tuhan sangat menyanyangiku. Dan kau tau, Tuhan mempertemukan ku pada ibu.. Jangan menangis lagi... Aku sayang kalian..

Untuk beberapa saat, bisikan gaib itu terngiang di telinga Kwon Yul dan Changmin. Entah dari mana datangnya, suara menenangkan, suara yang sangat mereka rindukan itu terdengar ditelinga mereka. Dan tiba tiba saja dua sosok bayangan, dua sosok wanita, wanita paling cantik bagi mereka tersenyum manis seakan mengatakan "Don't cry.. I'm always here with you"

Seoul, February 21, 2014
Dikabarkan sesosok mayat ditemukan di tepi Sungai Han. Mayat tersebut dipastikan bernama Kwon Min Joo. Seorang korban kecelakaan yang terjadi tiga hari yang lalu. Anehnya, jasad korban sama sekali tak membusuk. Mengingat selama tiga hari dirinya dikabarkan menghilang di Sungai Han. Jasad yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap ini tidak ditemukan selama tiga hari, team yang mencari jasadnya pun dibuat bingung karena mereka yakin telah menjelajahi daerah sekitar dirinya ditemukan tenggelam. Namun, keluarga korban kini sudah mulai tenang dan bisa menerima kepergian salah seorang keluarga mereka.



Sabtu, 08 Februari 2014

Hi ! AAAAAAAAAAAAAAAAAAA



Kemarin baru aja gue ngalamin pengalaman yang bikin gue gemeteran. Jadi kemarin gue sama temen- temen kelas gue main ke apartmentnya ina. Seperti biasa apartementnya ina selalu jadi sasaran tempat buat ngerjain tugas hahaha. Nah selesai ngerjain tugas, salah satu temen gue iin minta dianterin pulang, gue dan tiga orang temen gue lainnya mutusin buat nganter iin dan duduk duduk di taman.

Selesai nganter iin, gue sama tiga orang temen gue duduk di taman, tapi karena tempat yang mereka dudukin itu belakangnya basah, jadi gue ajak mereka pindah. Nah, gue jalan duluan waktu itu.

Pas gue mau duduk tiba tiba ada orang negro pake baju merah negur gue sambil bilang "Hi.. How are you?" . Nah berhubung gue di didik dengan didikan orang indonesia yang mengutamakan kesopanan gue jawablah bule itu dengan dua kata "I'm fine". Temen temen gue bingung gue ngomong sama siapa, ternyata mereka nggak tau kalo orang negro itu negur kita kita. Nah, gue kira tuh bule bakal berhenti sampe disitu aja, eh ternyata dia malah bilang "Hi...Hi" berkali kali. Temen temen gue panik karena muka tuh bule serem banget, otomatis gue ikutan panik akhirnya kita mutusin buat pindah tempat.

Pas pindah gue sama temen temen gue lari ketakutan karena gue kira dia bakalan ngejar, soalnya dia tuh maksa banget pas bilang Hi tapi nggak di jawab. Gue sama temen temen gue panik dan lari ketakutan. Kita mutusin buat muterin jalan terus masuk ke lobby appartementnya ina.

Begitu gue jalan pas banget didepan pintu lobby tuh bule lagi clingak clinguk kira kira jaraknya 1meter didepan gue. Otomatis gue ngibrit masuk ke dalam lobby. Ya ampun perasaan gue takut banget, sampe kaki gue gemeteran. Pas nunggu lift gue ngumpet di depan badan mbak mbak. Gue inget tadi temen temen gue ada dibelakang gue, pas gue mau manggil mereka ternyata mereka udah nggak ada. Paniklah gue disitu!. Ya ampun temen temen gue kemanaaaa gimana kalo mereka diculik tuh bule terus dijual? Gue buru buru masuk ke dalam lift begitu lift terbuka. Gue mikir bakalan bilang sama sama kakaknya ina yang kebetulan ada dirumah.

Begitu sampe di apartementnya ina gue langsung panik. Gue bilang ke kakaknya ina
"Teteh tolongin inaaa"

Tiba tiba kakaknya ina jawab
"Kenapa? Sendalnya ina putus?"
Astagaaaaaa jawaban ini bener bener diluar dugaan. Gue lari lari sampee gemeteran panik karena takut ina kenapa napa, kakaknya ina malah jawab begitu dengan santainya.

"Bukan teh, si ina dikejar kejar bule"
Akhirnya gue ceritain dari awal sampe akhir ke kakaknya ina. Kakaknya ina bilang

"Iya, kalo orang negro emang suka jail"

Akhirnya gue bengong bengong didalam apartement mikirin gimana nasib temen temen gue. Gue lagi ngebayangin mereka jerit jerit lari larian karena takut.

Gue nunggu mereka lumayan lama, dan mereka ngga dateng dateng. Gue mulai mikirin cara buat nyamperin mereka, tapi setelah gue pikir gue juga takut.

Beberapa lama kemudian gue denger suara mereka. Mereka masuk dengan tampang girang. Gue bingung. Dan dengan girangnya si anggi nunjukin kutek warna ungu yang baru dia beli.

Mereka cerita ke gue.
"Tadinya gue kira lu yang dikejar bule soalnya pas lu masuk lobby dia juga masuk. Nah gue lari aja kabur. Tapi lu udah masuk ke lobby. Gue capek lari larian, satpam, tukang sampah, sama orang orang tuh ngeliatin kita lari. Mereka bingung tapi nggak nanya apa apa. Akhirnya gue istirahat dulu sambil beli kutek"

Huh agak lega dengernya, tapi kesel juga, gue udah clingak clinguk gemeteran mikirin mereka, ternyata mereka lagi santai sambil pakw kutek.

Bener bener pengalaman pertama gue dikejar kejar orang negro. Gue juga nggak tau tujuan sebenernya tuh orang apa. Mungkin niatnya cuma negur, tapi kenapa maksa banget ya? Nggak dijawab tapi malah bilang Hi berkali kali dan dengan nada maksa. Ini gue sama temen gue yg norak apa emang tuh orang punya maksud lain?

Tapi intinya sebenernya kita nggak boleh takut, itu menandakan kalo didalam diri kita masih tertanam jiwa racist. Gue sendiri sejujurnya gue kabur karena muka tuh orang serem banget dengan kulit gelapnya. Gue sama temen temen gue juga bilang ini itu tentang sifat orang kulit hitam. Dan malah gue sama temen temen gue bilang "Kalo yang negur putih tinggi sih bakal gue ladenin" hahaha.


Tapi kalo ditanya seandainya ada orang negro negur gue dengan paksa kaya yang barusan gue bakal kabur atau enggak gue bakal jawab "KABUUUURRRRRR"